Dualisme Kepemimpinan, Kader Golkar Kota Bekasi Diminta Jangan Memperkeruh Suasana

ian/RN/JD
Senin, 29 November 2021 - 13:57 WIB
Ilustrasi/net
jakartadaily.net

JD - Bendahara Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi Astrid Laena meminta semua pihak agar tidak memperkeruh suasana pasca terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kota Bekasi yang digelar pada 29 Oktober 2021 lalu dan berhasil memilih Ade Puspitasari sebagai Ketua DPD Golkar secara aklamasi, periode 2020-2025.

Hal itu dikatakan Astrid menanggapi pernyataan salah satu kader Golkar kelompok Musda Horison, yang mengatakan bahwa setelah dilantik ketua DPD Golkar Kota Bekasi Saleh Nofel Hilabi akan merenovasi gedung DPD Golkar Jalan Ahmad Yani.

Astrid menegaskan bahwa Musda DPD Golkar Kota Bekasi yang dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2021 di Gedung Graha Bintang Mustikajaya adalah formatur yang sah, karena sudah sesuai dengan AD/ART dan Juklak DPP Golkar Nomor 2 Tahun 2020.

Bahkan dalam pelaksanaan Musda tersebut telah dihadiri 5 orang pengurus DPD I Golkar Jabar di antaranya Kusnadi yang ditugaskan mewakili Ketua DPD Jabar untuk membuka Musda tersebut. Sedangkan Rahmat Sulaeman ditugaskan untuk memimpin Sidang Pemilihan Ketua DPD Kota Bekasi 2020-2025.

Di samping itu, Musda tersebut diperkuat dengan hadirnya Ketua Umum Kosgoro 1957 Dave Laksono dan MQ Iswara selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Menindaklanjuti hasil Musda tersebut, kata Astrid, maka Ketua DPD Golkar Jabar telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor: 75 Th 2021. Kemudian pada tanggal 5 November digelar acara pelantikan.

Dimana Ade Puspitasari sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, Uri Haryati sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Astrid Laena sebagai Bendahara Umum.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, Plt Ketua DPD Golkar Jabar Ace Hasan Sadzily, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Erwin Aksa, Ketum Kosgoro Dave Laksono, perwakilan DPP MQ Iswara, dan sejumlah Ormas pendiri Partai Golkar.

"Jadi apa yang dikatakan Machrul, bahwa saudara Nofel akan merenovasi gedung Golkar Ahmad Yani merupakan pemikiran yang salah dan tidak memahami sepenuhnya akan kedudukan dan persoalan. Memang gedung Golkar milik siapa?,” jelas Astrid kepada wartawan di Kota Bekasi, Minggu (28/11/2021).

Putri dari Ketua Fraksi Golkar DPR RI Idris Laena itu kembali menegaskan bahwa Ade Puspitasari  lah yang berhak merenovasi gedung DPD Golkar yang berada di Jalan Ahmad Yani tersebut, karena gedung tersebut masih milik DPD Golkar Kota Bekasi.

Astrid menilai kelompok Nofel tengah menebar opini bahwa Musda yang digelar di Horison yang memiliki legitimasi. Sehingga melakukan manuver dan menyeret orang di luar partai dalam rangka menggalang dukungan. Padahal, kata dia,  eksternal partai itu tidak tahu persoalan yang terjadi di DPD Golkar Kota Bekasi.

“Oleh karenanya, kami meminta kepada seluruh kader Golkar dapat menilai lebih bijaksana dalam menyikapi persoalan ini. Kami juga menghimbau kepada seluruh kader untuk tetap bersatu dan semangat membangun Golkar Kota Bekasi bersama-sama Ketua DPD Ade Puspitasari untuk memenangkan  Pileg, Pilkada dan mensukseskan Ketum Airlangga Hartarto sebagai presiden di 2024 nanti,” tegas Astrid.

BERITA TERKAIT :