Nyaris Bantrok

Preman Bayaran Hadang Aksi Demo Tuntut Suharso Mundur

RN/JD
Jumat, 24 Juni 2022 - 23:43 WIB
Aksi demonstrasi tuntut Suharso mundur.
jakartadaily.net

JD - Aksi damai yang diikuti seribu lebih kader PPP di depan kantor DPP partai berlambang Ka’bah berujung chaos, Jumat (24/6). 

Massa yang menamakan dirinya Front Kader Penyelamat Partai (FKPP) PPP berorasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan untuk menuntut Suharso Monoarfa mundur sebagai Ketua Umum PPP.

Aksi yang dikawal ketat aparat kepolisian mulanya berjalan damai walaupun dicegah untuk bergerak ke depan kantor DPP PPP. Namun, oknum-oknum yang ditengarai sebagai preman-preman bayaran terus memancing dan menyulut emosi massa aksi.

“Walaupun aksi kami dihadang aparat keamanan dan diprovokasi oleh orang-orang yang kami tengarai bukan kader PPP, kami tetap berupaya menyampaikan tuntutan kami agar Suharso Monoarfa mundur sebagai Ketua Umum PPP,” tegas Muchbari, korlap aksi hari ini.

Muchbari menilai bahwa Suharso telah menabrak aturan partai dengan mengebiri kader-kader asli PPP yang telah berjuang membesarkan dan mempertahankan PPP agar tetap eksis di Indonesia.

“Arogansi, anti demokrasi serta keangkuhan Suharso telah membuat PPP semakin terpuruk dan tenggelam menghadapi Pemilu 2024” ujar Muchbari.

Dia juga menyinggung tentang skandal moral dan etika Suharso yang menurutnya tidak layak dilakukan oleh pemimpin Partai Islam.

Namun orasi Muchbari dan kawan-kawan terhenti ketika segerombolan orang yang tidak dikenal muncul dari arah kantor DPP PPP dan menyerang kader-kader PPP yang sedang berunjuk rasa.

Kericuhan pun terjadi dan sempat terjadi pelemparan botol air mineral dan batu tepat dibawah flyover kereta api.

Namun provokasi dan penyerangan tersebut tidak ditanggapi oleh kader PPP yang memilih mundur untuk menghindari bentrokan lebih lanjut.

Menyikapi aksi penyerangan tersebut, Ketua Front Kader Penyelamat Partai (FKPP) PPP, Syaiful Dasuki mengatakan, aksi damai kami ternyata direspon dengan tidak jantan dan dewasa oleh Suharso Monoarfa dengan menyewa massa bayaran untuk menyerang kader PPP.

“Ini bukti nyata agar publik tahu bahwa beginilah watak Suharso Monoarfa yang anti kritik, anti demokrasi dan anti perbedaan. Selain aturan yang dibuatnya semena-mena untuk kepentingan pribadi, diapun sampai hati dengan bengisnya membenturkan kader PPP asli dengan massa yang disewanya” beber Syaiful.

Diapun menyesalkan aparat keamanan yang terkesan membiarkan terjadinya penyerangan oleh massa tersebut.

“Karena kami kader tulen PPP, maka kami tidak ladeni aksi penyerangan tersebut namun akan kami proses hukum Suharso Monoarfa karena ada beberapa kader kami yang terluka akibat penyerangan tersebut” jelas Syaiful.

“Dan aksi akan lanjutkan terus hari-hari berikutnya, apapun dan siapapun yang menghadang kami, sampai Suharso mundur dan keadilan serta kebenaran ditegakkan di tubuh PPP” tutup Syaiful.

BERITA TERKAIT :