IDI Cemas Corona Ngegas Lagi, Pak Jokowi Lepas Masker Mending Dikaji

ian/RN/JD
Rabu, 22 Juni 2022 - 12:27 WIB
ilustrasi
jakartadaily.net

JD - Indonesia kembali mencatat kenaikan kasus COVID-19 selama beberapa pekan terakhir. 

Peningkatan signifikan mulai terlihat sejak awal pekan ini sebanyak 591 kasus, kemudian penambahan 930 kasus, hingga tembus 1.242 kasus ada tengah pekan. Subvarian BA4 dan BA5 menjadi varian of Concern yang dikuatirkan saat ini karena mudah menular. 

Kementerian Kesehatan memperkirakan jumlah kasus akan terus meningkat hingga akhir Juli tahun ini.

Ketua Umum PB IDI, dr Adib Khumaidi mengingatkan, pandemi ini masih belum selesai. Meski begitu, kata dia, situasi endemi menunjukkan penyakitnya ada tetapi penularannya terkendali.

"Jadi endemik bukan berarti kondisi yang bebas penyakit. Kami meminta kerja sama semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk tetap perlu menjalankan berbagai upaya kewaspadaan strategi pencegahan dan sistem pengendalian penularan yang kuat,” tegas Adib, melalui siaran pers, dkutip hari ini.

Penanganan ini, jelas Adib, tidak bisa dilakukan oleh tenaga medis saja, namun semua pihak secara bersamaan.
 
Sementara itu, Ketua Bidang Penanganan Penyakit Menular PB IDI, Agus Dwi Susanto meminta pemerintah mengkaji kembali kebjakan lepas masker di tempat umum. Selain itu ia meminta digiatkan kembali vaksinasi booster. 

Masyarakat juga diminta untuk tetap melakukan protokol kesehatan ketat seperti mengenakan masker, mencuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer. 

"Kami juga mengingatkan masyarakat untuk waspada akan penyakit lainnya yang muncul di musim pancaroba ini, seperti Demam Berdarah Dengue, cacar monyet, hepatitis akut, serta sejumlah penyakit lainnya yang berpotensi timbul,” kata Agus.

Dia juga mengingatkan meski kasus cacar monyet masih belum ditemukan di Indonesia namun kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan supaya jangan sampai menjadi outbreak atau kejadian Luar Biasa di negeri ini.

Erlina Burhan dari Bidang Kajian penanggulangan penyakit Menular PB IDI menegaskan, untuk menuju endemi persiapannya adalah dengan menekan kasus terkonfirmasi positif. Salah satunya melalui vaksinasi baik dosis primer dan juga dosis booster.
 
"Tracing diusahakan sesuai target 1:12, masyarakat harus tetap patuh pada protokol kesehatan," terangnya. 

Erlina juga mengingatkan, bahkan apabila Corona sudah memasuki endemik pun tetap tidak boleh diremehkan. "Karena endemik HIV, endemik Tuberkulosis (TB), dan endemik Malaria masih membunuh jutaan orang setiap tahun," kata dia, mewanti-wanti.

BERITA TERKAIT :