Pertanian Milenial Berbasis Teknologi Altarian dan Aplikasi Ala KKT-PTI Diharapkan Jadi Barometer

ian/RN/JD
Jumat, 01 Oktober 2021 - 19:26 WIB
Ilustrasi/net
jakartadaily.net

JD - Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia(KKT-PTI) menggelar rapat kerja membahas teknis acara workshop pengukuhan 10000 pemuda tani KKT-PTI serta mengevaluasi perjalanan KKT-PTI yang beranjak sembilan bulan di Saung Percontohan, Pejagalan, Jumat(01/10/2021).

Dalam rapat yang dipimpin Kornas KKT-PTI Daenk Jamal menjabarkan program-program KKT-PTI yang sudah berjalan serta Rundown acara Workshop Pengukuhan sejatinya akan dilaksanakan di Hotel Bumi Surabaya pada tanggal 8 sampai dengan 10 Oktober 2021 dihadiri Menteri Pertanian Yasin Limpo serta pejabat terkait lainnya.

Dimana jumlah peserta sebanyak 10.000 ribu petani milenial dari 11 Provinsi 44 Kabupaten akan dibagi diantaranya 9.900 petani milenial mengikuti during. Sementara, 100 Petani Milenial hadir di hotel tersebut.

Sementara itu, Kornas KKT-PTI, Daenk Jamal menyatakan apresiasi kepada tim KKT-PTI serta para petani milenial yang mau bangkit dalam mewujudkan kecukupan ketahanan pangan dimasa mendatang.

"Saya mengapresiasi semangat para petani muda yang mau bangkit dalam wujudkan ketahanan pangan. Tentu, ini perlu kerjakeras serta tim solid dalam mewujudkan program kawasan pertanian berbasis tekhnologi dari hulu ke hilir menuju Pertanian Millenial," ungkapnya.

Diharapkan Daenk Jamal, melalui program pertanian terintegrasi berbasis teknologi. Selain mampu membangkitkan swasembada pangan. 

Para pemuda tani milenial mampu bersaing di dunia bisnis pangan dengan memanfaatkan aplikasi AbangIjo yang akan diluncurkan.

"Dengan sistem yang kami bangun, Mereka bisa menjual hasil pertanian melalui e-Commerce dengan aplikasi AbangIjo yang akan diluncurkan nanti," ungkapnya.

Daenk Jamal berharap, dengan program tani berbasis teknologi, petani milenial mampu memperbaiki ekonomi keluarga.

"Dengan system yang kami bangun. Mereka punya potensi yang cukup luar biasa, di usia mereka yang masih energik harapan ini akan menjadi maksimal. SDM yang diragukan akan kami bimbing dan kawal hingga mereka sukses, itulah harapan bangsa ini, harapan keluarga dan jaminan kehidupan masa depan mereka," tandasnya.

Selain aplikasi AbangIjo, teknologi yang akan diperkenalkan oleh KKT-PTI ialah alat pintar pertanian (Altarian).

"Jadi Altarian ini sebagai controler multiguna. Alat ini bisa memonitor irigasi, memonitor suhu udara, kelembaban tanah, suhu dan PH air. Bisa juga dipakai buat memonitor CCTV terkoneksi dengan internet modem GSM. Dan bisa juga pakai android," bebernya. 

Daenk Jamal berharap melalui sistem teknologi yang dibangun. KKT-PTI mampu menjadi barometer di Indonesia.

BERITA TERKAIT :